Summerchild - Drama Terbaik

Summerchild

   Drama Terbaik

   Pop
   Summerchild
   KOTA YOGYAKARTA

Drama Terbaik: Negosiasi permainan peran. Salah satu pengalaman paling purba manusia adalah kerisauan. Rasa risau tersebut merangkum kecemasan dan keterasingan yang dialami manusia. Summerchild menangkap fenomena ini sebagai penggerak atas sebuah karya musik. Sebagai trio, Dhandy Satria (vokal, gitar), Paulus Ryan Haryanto (bass), dan Yusak Nugroho (drum) mengolah pengalaman atas risau agar pepat dalam lirik dan aransemen yang dibuat. Masyarakat yang akrab dengan lagu populer tentang cinta agaknya terlalu bebal untuk mempertanyakan kerisauan yang lain: identitas. Di sinilah Summerchild memberikan sebuah tawaran untuk mempertanyakan eksistensi sebagai manusia, layakkah sebuah identitas dirisaukan? Negosiasi soal permainan peran kerap terjadi disekitar kita, kami percaya setiap orang selalu memiliki peran sendiri, bahkan permainan peran tidak melulu sama disetiap waktu, pemilihan peran bekerja dengan cara merespon apa yang ada disekitar kita misalnya, kita bisa saja menjadi seorang pendiam ditengah kerumunan masa dan sebaliknya bisa menjadi sepenuhnya periang ketika disekawanan teman. Dalam kasus mikro itu akhirnya kita menyetujui peran seseorang selalu bergantung apa yang ia respon. Karena hidup adalah drama terbaik, menurut kami cukup merepresentasikan gambaran kejadian yang dialami dalam memilih “peran”. Selalu tidak lepas dari topik “keakuan” kami menilai layaknya rantai, seorang individu bergerak seperti rantai yang saling bergetar untuk menuju suatu hal entah itu sadar atau tanpa disadari. Didalam sebuah drama dengan konsepsi peran menurut pemahaman kami, identitas akhirnya sangat berperan untuk menjadikan seorang individu menjadi seseorang. Baik, buruk, benar, dan salah tidak menjadi pedoman atas apa yang dilakukan karena semua adalah soal “aku” dan “aku” meliputi titik terkecil didalam sebuah individu. “aku” kemudian merujuk ke paham (idealis) yang selalu dibawa disetiap individu, namun paradoks ini dihentikan dengan sebuah batas bahwa ternyata tidak ada pembelaan bahwa seseorang yang idealis harus menjadi seseorang yang egois. “aku” bukan soal ego, “aku” adalah identitas karena kita hanya menjalankan sebuah peran kehidupan, karena hidup adalah drama terbaik. Karya ini adalah sepersembilan dari total keseluruhan proses kami yang dimonumentalkan di album bertajuk "Risau" yang dirilis pada tanggal 7 Desember 2016

View 1035


Login To Download